Trading Therm
þTrading
Term adalah Perjanjian kerjasama antara Perusahaan dengan Supplier dalam waktu 1 Tahun,dimana di dalamnya menyangkut beberapa hal seperti Target Tahun, Fix Rebate, Conditional Rebate, Promosi Fund, Penalty Service Level dll. yang harus di jalankan oleh kedua belah pihak secara tertulis dan bermaterai.
þ Data apa saja : Sebelum menentukan Target SAT harus memiliki data pendukung seperti historis sales Supplier yang bersangkutan baik per month / yearly, selling in, kemampuan Service level dll (untuk item lama / sudah pernah main) sedangkan untuk item baru lebih menggunakan sense of businnes dengan melihat item tersebut sudah aktif di iklan / sponsor pendukung pada TV,Radio dll.
þ Dengan perhitungan
•Pencapaian Receiv sell in di kurangi retur selama setahunþ Negosiasi VS Principle / Supplier : Intinya pertahun Trading Term harus mendapat kondisi terbaik jika di banding tahun kemarin
þ Data apa saja : Sebelum menentukan Target SAT harus memiliki data pendukung seperti historis sales Supplier yang bersangkutan baik per month / yearly, selling in, kemampuan Service level dll (untuk item lama / sudah pernah main) sedangkan untuk item baru lebih menggunakan sense of businnes dengan melihat item tersebut sudah aktif di iklan / sponsor pendukung pada TV,Radio dll.
þ Dengan perhitungan
•Pencapaian Receiv sell in di kurangi retur selama setahunþ Negosiasi VS Principle / Supplier : Intinya pertahun Trading Term harus mendapat kondisi terbaik jika di banding tahun kemarin
II.TOP
(Term of Payment
þTerm of Payment adalah Waktu pembayaran Hutang Dagang
kepada Supplier / Principle dimana TOP semakin lama akan semakin baik
þHubungan dengan Finance : semakin lama TOP yang MD deal dengan Supplier berarti pihak Finance akan memiliki tenggang waktu yang cukup atau lebih banyak waktu keuangan yang bisa di gunakan sebagai modal usaha untuk buka PO ke supplier lagi
þTime
Base dari TOP: waktu TOP yang di targetkan 42 Hari, makin lama makin baik
yang di harapkan management barang yang ada di toko laku terjual setelah itu baru di lakukan pembayaran ke Supplier
þSeasonal
Discount: Kondisi tambahan discount yang di berikan
saat seasonal namun kondisi ini di berikan dengan Qty pengambilan tertentu
III.
Listing Fee
þPengertian
:
þbiaya pendaftaran yang diterapkan oleh peritel modern kepada pemasok yang mau menjual produknya di suatu toko/pasar modern.
Biaya Pendaftaran untuk New item dimana
Listing Fee ini di berlakukan untuk product baru yang masuk di mana 1 item di kenakan biaya 2.2 juta (include) untuk 1 size,1 variant (dimana target pertahunnya berubah).
þHal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengajuan New Item meliputi Harga Beli, Harga Jual, TOP, Kemasan, Planogram, Historis sales, Support Supplier dll
IV.
DISCOUNT
Pengertian :
Potongan Harga
Regular
Discount
-
Pengurangan
harga
yg
diberikan
terhadap
penjualan
suatu
barang- Contoh : Harga Beli Rp 2.000,- disc 10%
Harga Beli = (Rp 2.000 – (10% x Rp 1.000) = Rp 800,-
lCash
Discount
-
Insentif/pengurangan harga yang diberikan oleh penjual atas pembayaran yg lebih cepat dari jatuh tempo
-
Contoh : Harga Beli Rp 1.000,- disc 10% TOP 30 Hari
---> pembayaran melalui cash, disc menjadi 12%
Harga Beli TOP 30 hari = (Rp 1.000 – (10%xRp 1.000) = Rp.
900,-
Harga
Beli
dgn
Cash disc= (Rp
1.000 – (12%xRp 1.000) = Rp.
880,
lGrand Opening Discount
- Potongan
harga
yang diberikan
oleh
penjual
atas
pembukaan
Outlet oleh
pembeli
-
Contoh
: Harga
Beli
Rp
2.000,- disc GO Toko 10%
Harga Beli = (Rp 2.000 – (10%xRp 2.000) = Rp.
800
lSeasonal Discount
-
Potongan harga yang diberikan oleh penjual pada musim tertentu, mis musim lebaran
-
Contoh : Harga Beli Rp 1.000,- disc seasonal 10% -->hanya
pada
saat
H-30 sampai hari H lebaran
Harga Beli = (Rp 1.000 – (10%xRp 1.000) = Rp.
900,-
lQuantity Discount
-
Diskon
yang diberikan
atas
pembelian
produk
dalam
jumlah
tertentu
-
Contoh
: Harga
Beli
Rp
1.000,- ;atas
pengambilan
barang
sebanyak
1.000 crt
--->disc tambahan
10%
Harga Beli = (Rp 1.000 – (10%xRp 1.000) = Rp
900,-
lAnticipation Discount
- Diskon yang bisa direncanakan& memungkinkan untuk pembayaran jumlah variabel, selain variabel tanggal pembayaran.
-Contoh :
Diskon = (Tingkat Diskonto x Pembayaran x (Jumlah days/360)) dibagi dengan (1 + (Tingkat Diskonto x Jumlah days/360))
Jadi, mengambil alih pembayaran untuk pembelian peralatan senilai 100.000 dibuat 15 minggu sebelum pengiriman. Juga menganggap tingkat pembayaran tahunan adalah 6%. Jumlah diskon yang sebenarnya dihitung dengan rumus:
(6% x 100.000 x (135/360)) dibagi dengan (1 + (6% x 135/360)) = 2.300
(6% x 100.000 x (135/360)) dibagi dengan (1 + (6% x 135/360)) = 2.300
V.
REBATE
Potongan
harga
yang diberikan
oleh
pemasok
/Suplier
terkait
dengan
target penjualan
lFix Rebate
potongan harga dari pemasok
ke toko modern tanpa dikaitkan
dengan target penjualan;
lConditional Rebate
potongan
harga yang diberikan
oleh pemasok
terkait dengan
target penjualan,
sejalan dengan
pengertian tersebut
maka volume discount termasuk
dalam pengertian
conditional rebate, karena
volume discount merupakan
discount yang diberikan
kepada para
pelanggan apabila
pelanggan telah
mencapai volume target secara
berkala;
Next Ediisi Merchandising
Tidak ada komentar:
Posting Komentar