DISTRIBUTION
FEE
üPengertian
Biaya distribusi yang di klaim oleh pembeli kepada
penjual atas distribusi
yang dilakukan terhadap
suatu barang.
üCara Perhitungan
Harga setelah dist fee = Harga
beli
- (diskon x harga beli)
Misal disepakati distribution fee produk A principle X adalah 3% dengan harga beli Rp 1.000,-
Harga Beli = Rp 1.000 - (3% x Rp
1.000) = Rp
970,-
RAFAKSI
lPengertian
ladalah pemotongan
(pengurangan) terhadap
harga barang /
“Penggantian selisih
harga yang terjadi akibat
adanya penurunan
harga beli ( = harga jual Supplier)”
lDasar
Perhitungan =
Qty
Stock x Selisih Harga
lContoh
Mis
OH 1.000 Pcs, Selisih harga Rp 200,-
Rafaksi : Rp. 200 x 1.000 = Rp.
200.000,-
LAST
BITE
lPengertian
“Kesempatan
untuk
melakukan
pembelian
sebelum
diberlakukan
harga
beli
baru”
lContoh Perhitungan
Avg Sls Noodle 100 ktn/bln,
last bite kebutuhan 2 mgg,
Stock DC 20 ktn.
Last Bite = (100/2) – 20 = 30 ktn
lData basic yang dibutuhkan
Avg Sales, Stock DC, Stock Toko,
kapasitas gudang, umur produk, ketersediaan dana
Istilah-Istilah Dept MD
üCost oriented pricing : dimana harga ditentukan oleh biaya yang dikeluarkan (contoh : untuk toko dengan lokasi yang mempunyai biaya sewa tinggi misal bandara maka diterapkan price indek C atau D),
üDemand oriented pricing : dimana harga berbanding lurus dengan pola permintaan pasar (misal jika permintaan tinggi, maka harga tersebut cenderung lebih kompetitif, namun untuk barang yang permintaan konsumen tidak terlalu tinggi, kita bisa mengambil margin lebih tinggi) mix margin
Note
: namun hal ini tidak berlaku untuk item impulse buying, seperti ice krim, sari roti, nugget, dsb
üaverage cost : harga rata-rata pembelian
ülast cost : Harga terakhir yang diperoleh
dari supplier
üharga jual :
Harga jual yang berlaku update
ümark up : Harga jual (behubungan dengan NC include)
ünet margin : keuntungan yang akan di ambil dari penjualan setiap item, disesuaikan dengan standar margin
ücomercial margin : item yang memungkinkan kita menjual dengan karakteristik tidak sensitif harga karena